Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Takwa, Kunci Belajar dalam Islam

Takwa, Kunci Belajar dalam Islam

Dalam rangka untuk untuk mendapatkan ilmu, belajar pagi para siswa hingga mahasiswa adalah sebuah kewajiban sebagaimana predikatnya sebagai pelajar. Pelajar yang baik tentunya harus belajar yang baik, belajar yang baik adalah belajar yang menghasilkan peningkatan pengetahuan, sikap dan atau keterampilannya. Namun apakah selama ini belajarnya sebagai pelajar sudah efektif dan efisien? 

Salah satu keutamaan yang akan kita dapat dari cara belajar efektif adalah bertambahanya pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajari. Bukan cuma pelajar saja yang diharuskan belajar, namun segala golongan wajib belajar. Bukankah dalam menjalani kehidupan perlu belajar, agar tidak mudah dibodohi dan masuk dalam belenggu kebodohan. Memang sangat tepat jika ada kalimat “Tidak ada kata terlambat untuk belajar”. Apalagi, dalam agama Islam menyarankan masing-masing pemeluknya agar terus menuntut ilmu dan belajar. 

Oleh karenanya, tidak ada batasan umur untuk belajar. Namun, alangkah baiknya jika masa muda digunakan untuk banyak belajar, semangat menggapai ilmu terutama dengan ilmu-ilmu keislaman yang itu sebagai peletakan pondasi dalam belajar. Supaya kelak ketika sampai di masa tua tidak menyesal, karena banyak ketidaktahuan yang disebabkan hanya bermain dan bersendau gurau di masa mudanya. 


Fokuskan diri untuk untuk menggapai nur Allah swt  (cahaya Allah). Sibukkan dengan amalan-amalan kebaikan yang Allah swt ridhoi sehingga akan mendatangkan kebaikan. Allah yang mempunyai segala ilmu, Allah swt yang mengajari Adam tentang segala nama-nama kemudian ditunjukkannya kepada para swt Malaikat. Sebagai bantahan atas anggapan Malaikat bahwa penciptaan manusia hanya  akan melahirkan permusuhan dan mengalirkan darah. Tiada yang tahu tentang hikmah penciptaan Adam melainkan Allah swt.

Hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Yakni dengan karunia akalnya menjadikannya makhluk Allah ini istimewa yang juga mempunyai sebutan Hayawanun Nathiq. Yakni hewan yang mampu berpikir, dengan akalnya manusia menjadi taat sehingga bisa lebih mulia dari pada Malaikat, tapi juga bisa lebih hina dari pada hewan sebab hilangnya/tidak dipergunakannya akal.

Maka dekatlah kepada yang mempunyai ilmu, pasti pada saatnya juga akan diberikan cahaya ilmunya. Bertakwa lah kepada Allah swt, niscaya Allah swt akan mengajari manusia segala ilmu yang diusahakannya. Yaitu, takutlah kalian kepada-Nya, tanamkan rasa raqabah  (pengawasan Allah swt) dalam diri, kerjakanlah apa yang diperintahkan-Nya dan tinggalkan apa yang dilarang-Nya. 

Allah swt berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepada kalian Furqan." (Al Anfal [8]: 29)

Allah swt juga berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada kalian dua bagian, dan menjadikan untuk kalian cahaya, dengan cahaya itu kalian dapat berjalan." (Al Hadid [57]: 28)

Begitulah Islam memberi petunjuk manusia untuk bagaimana cara mendapatkan ilmu. Berdasarkan bukti-bukti dalil naqli di atas bahwa kalimat yang digunakan untuk orang mendapat cahaya Allah adalah disyaratakan dengan iman dan takwa. Ilmu itu adalah cahaya Allah, maka cahaya Allah tidak akan diberikan kepada manusia ahli maksiat.

2 comments for "Takwa, Kunci Belajar dalam Islam"

  1. sangat relevan ketika ketakwaan kita dipelihara insyaallah hal-hal baik, termasuk ilmu yang dipelajari akan bisa masuk dengan baik. dengan takwa kepada Allah hati dan pikiran akan menjadi tenang

    ReplyDelete
  2. Bagaikan kunci, takwa adalah alat untuk membuka pintu2 kebaikan.

    ReplyDelete