Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hidup Selamat Setelah Selamat


Ketika dalam keadaan terjepit manusia seringkali berubah menjadi makhluk yang luar biasa. Bisa melakukan hal-hal yang diluar kebiasan, bahkan mungkin dapat dikatakan hebat. Hal ini terjadi dikarenakan manusia mengeluarkan usaha yang lebih besar, kerja keras yang bisa dikatakan melampaui batas kekuatanya, seakan-akan itu adalah usaha terakhirnya agar bisa melewati keulitan yang sedang dialaminya.


Mungkin kenapa ada sebutan “the power of kepepet”, karena dengan hidup kepepet kekuatan luar biasa bisa muncul dari seseorang. Meskipun usaha itu belum menjamin keberhasilannya, tapi paling tidak bisa menyelesaikan apa yang ada. Berhasil adalah soal nilai, sedangkan selesai merupakan soal usaha, namun keduanya tidak bisa dipisahkan, sebab nilai kebehasilan itu sesuai dengan usahaya.

Selain mempunyai kekuatan tersembunyi yang bisa keluar disaat genting, manusia juga punya jurus andalan yang sangat jitu untuk membuatnya terlepas dari jeratan masalah. Adapun jurus itu adalah doa. Kapan kekuatan itu muncul? Kenapa kekuatan itu bisa muncul? Sebarapa kuat kekuatan itu bisa menyelesaikan masalah itu?, kira-kira pertanyaan tersebut menjadi sistem servis yang memakan banyak memori otak, layaknya satu aplikasi yang memenuhi RAM laptop.

Untuk menjawabnya perlu direnungi firman Allah swt berikut:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (Qs. Al Ankabut: 65)

Alkisah disebutkan dalam Tafsir Ibn Katsir diriwayatkan oleh Muhammad ibnu Ishaq yang telah diperdengarkan dari Ikkrimah Ibn Jahal, beliau menceritakan bahwa ketika Rasulullah saw memperoleh kemenangan atas kota Mekah, Ikrimah melarikan diri dari Mekah. Saat itu ia menempuh jalan laut menaiki perahu untuk pergi ke Habasyah, di tengah perjalanan perahunya oleng karena ombak besar. Maka para penumpangnya berseru, “Hai kaum, murnikanlah doa kalian hanya kepada Tuhan kalian (Allah), karena sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kita dari bencana ini selain Dia”. Ikrimah berkata, “Demi Allah, bilamana tiada yang dapat menyelamatkan dari bencana di laut selain Dia, maka sesungguhnya tiada pula yang dapat menyelamatkan dari bencana di daratan kecuali hanya Dia. Ya Allah, aku berjanji kepada-Mu, seandainya aku selamat dari bencan ini, sungguh aku akan pergi dan benar-benar aku akan meletakkan tanganku pada tangan Muhammad (masuk Islam), dan aku pasti menjuampainya seorang yang pengasih lagi penyanyang,” dan memang apa yang diharapkannya itu benar-benar ia jumpai pada diri Rasulullah saw.

Sungguh Allah swt adalah maha pelindung, sebaik-baik penolong kepada siapa saja yang meminta-Nya. Sifat ar-Rahman dan ar-Rahim-Nya melewati batas-batas persangkaan manusia. Kekuatan doa ini keluar ketika manusia sudah sadar bahwa keterbatasan adalah hal mutlak yang dimiliki olehnya. Tidak mempunyai daya apapun lagi kecuali kepasrahan total kepada-Nya. Kemudian keyakinannya terhadap doa melampaui keyakinannya terhadap segala usaha yang sudah dilakukannya, sehingga Allah swt pun akan bertindak sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Oleh karena itu, segala daya dan upaya menjadi paripurna dan menuai hasil apabila dipuncaki dengan dzikir dan doa kepada Allah swt.

Senang dan lega rasanya bila sebuah kesulitan dapat terurai dari kehidupan kita, namun ada hal yang lebih penting setelah lolos dari kesulitan di dunia, yakni keselamatan manusia di akhirat. Apakah dengan diselamatkannya manusia dari kesulitan akan bertambahnya keimanan sesorang, atau akan menjadi berimankah manusia yang kafir?, ini akan menjadi PR yang sulit bagi manusia.

Belajar dari ketidakberdayaannya, manusia seharusnya belajar bahwa ada satu-satunya dzat yang dengan kesempurnaan sifatanya keselamatan jiwa manusia berada di tangannya. Mati dan hidupnya sudah tertuliskan di catatan skenarion-Nya, siksa dan nikmatnya telah diatur-Nya. Dialah Allah swt yang memberikan kehidupan dan keselamatan di dunia. Sekarang tergantung manusia apakah akan memilih hidup selamat di akhirat setalah selamat dari kesulitan dunia atau akan tetap lalai dengan kehidupan di dunia yang merupakan hanya permainan dan meninggalkan kehidupan sebenarnya, yaitu akhirat.Allah swt berfimarn:

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (QS. Al-Ankabut: 64)

Semoga kita semua diberi kekuatan untuk selalu senantiasa istiqomah dalam menjalankan segala perintah-Nya dan berusaha keras untuk menjauhi larangan-Nya. Supaya selalu diingat bahwa setiap kesulitan akan ada kemudahan yang Allah swt berikan. Namun, sebagai rasa syukur kepada-Nya, maka perlu adanya usaha dan kerja keras lagi untuk menggapai kehidupan sebanarnya dengan selamat dari kesulitan di dunia kemudian selamat di akhirat.

Post a Comment for "Hidup Selamat Setelah Selamat"