Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mulia Tanpa Dipuja, Hina Tanpa Dicela

Manusia berusaha dan bekerja untuk memenuhi tuntutan dunia. Pekerjaan yang menyita waktu akan membuat manusia sibuk. Terkadang apa yang menjadi fokusnya bisa hilang karena banyaknya sesuatu yang harus dikerjakan. Itulah kenapa dalam kehidupan perlu adanya skala prioritas, mendahulukan sesuatu yang lain untuk kepentingan yang utama dan mendesak.

Kebanyakan dari manusia mempunyai keinginan untuk menaklukan banyak hal, termasuk dalam hal pekerjaan. Keberhasilan menyelesaikan suatu kerjaan memang akan memunculkan rasa percaya diri, apalagi jika memang kerjaan itu menumpuk. Sehingga dia akan senang melakukan hal tersebut secara berulang-ulang. Selain rasa percaya diri, hal itu juga akan menimbulkan efek bahwa dia merasa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar. Sungguh mulia memang orang yang mempunyai perilaku tersebut. Dia akan menjadi sosok yang dikenal benyak orang, bahkan bisa menjadi manusia yang terpandang.Kembali ke kata “Prioritas”, celakanya bagi orang pada golongan tersebut adalah tidak mampu memilih prioritas dalam menyelesaikan pekerjaan. Pada akhirnya, ada banyak pekerjaan yang terbengkalai, ada target yang terlupakan, ada manusia di luar sana yang merasa di PHP dan membuat banyak orang kecewa. Oleh karena itu, menjadi suatu hal yang wajar apabila banyak manusia yang terjatuh di jalan lurus, bukan karena dia tidak tahu rambu-rambu, tapi karena berani bermain di pinggir jalan. Sehingga kapan saja dia bisa terjatuh ke dalam jurang yang curam.

Manusia dengan tipe seperti ini akan menjadi hina tanpa dicela. Sebaliknya, jika bisa mengatur skala prioritas yang ada, maka dia akan menjadi mulia tanpa di puja. Oleh karenanya, sangat penting bagi manusia untuk bisa memetakan dan membuat target dalam hidup, supaya antara kewajiban dan sunnah bisa berjalan beriringan. Bukan kebolak-balik, yang wajib diakhirkan, yang sunnah malah didahulukan. Mana yang sudah menjadi tugas tetapnya dan mana pekerjaan tambahan.

6 comments for "Mulia Tanpa Dipuja, Hina Tanpa Dicela"

  1. Tulisannya sangat bermakna gan, untuk mengingatkan kembali agar menjalankan yg benar2 pantas di prioritaskan tp tidak meninggalkan kebaikan lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini berdasarkan pengamatan pribadi terhadap orang lain.

      Delete
  2. Pas banget judulnya, thanks penyegarannya min. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama gan. Semoga bisa memberikan sedikit manfaat

      Delete
  3. Mantap ini petuahnya...penuh makna yang mendalam....

    ReplyDelete