Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menguatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Toleransi

 

Manusia di dunia diciptakan dengan keadaan berbeda suku, bangsa, ras, bahasa, warna kulit supaya saling mengenal. Tidak untuk saling menjatuhkan dengan berbagai bentuk intimidasi dan diskriminasi kepada salah satu kelompok tapi supaya saling mengenal. Maka, tidak pantas individu atau satu kelompok orang yang beriman untuk berbuat buruk terebut. Apalagi kepada sesama saudara muslim, tidak seharusnya saling membenci. Karena Islam sudah mengajarkan bahwa orang-orang beriman adalah sauadara. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat [49]: 10)

Berdasarkan ayat tersebut dikatakan bahwa hanya orang-orang yang beriman saja yang bersaudara. Artinya, dengan keimanan dalam dada mereka, mereka saling terpaut dan saling berpegang teguh pada tali agama Allah. Ketika perselisihan terjadi, yang dilakukan adalah saling tabayun, memaafkan, berdamai antara kedua belah pihak. Bukan saling menebar kebencian dengan memprovokasi, menyebarkan pesan-pesan dendam dan hasad sehingga semakin memperkeruh suasana.

Akhir-akhir ini isu-isu negatif tentang Islam sangat gencar dimuat oleh banyak media. Baik media elektronik, media sosial, atau media massa. Isu yang dibangun adalah bahwa umat Islam tidak toleran dengan umat lain, umat Islam tidak pancasilais, umat Islam tidak cinta NKRI. Akibatnya, banyak individu atau kelompok yang mengaku paling toleran, paling pancasila, paling cinta NKRI. Bagaimana mereka mengatakan Islam seperti itu, padahal jelas dalam Pembukaan UUD tahun 1945 tertera “berkat rahmat Allah” bangsa Indonesia merdeka. Bahkan dalam pancasila dikatakan dalam sila ke satu “Ketuhanan yang Maha Esa”, yang itu merupakan sebuah hasil pemikiran berdasarkan akidah yang lurus yakni keyakinan hanya Allah lah  yang patut disembah. Artinya banyak dari kalangan santri, ulama dan kyai ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indoesia.

Dampak lebih jauh dari stigma negatif yang disudutkan kepada umat Islam ini juga membuat perpecahan ditubuh umat itu sendiri. Maka, umat Islam haruslah cerdas dalam menghadapi hal seperti ini. Yakni dengan cara tasamuh (saling toleransi) dan tafahum (saling memhami) atas perbedaan faham yang ada. Jangan sampai mau di adu domba oleh pihak-pihak yang tidak senang bila umat Islam Indonesia bersatu dan saling bekerja sama. Karena Allah SWT telah berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain." (QS. Al-Taubah [9]: 71)

Dalam hadis sahih juga disebutkan:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Orang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling menguatkan.” Lalu beliau shallallaahu 'alaihi wasallam lalu beliau menautkan jari-jemarinya. (Muttafaq ‘alaih)

Tetapi faktanya, banyak kejadian yang bila dipikir tidak masuk akal. Ada sebuah kegiatan pengajian banyak dibubarkan tiba-tiba dengan seenak hatinya, ada kegiatan keagamaan dilarang untuk diadakan, bahkan baru-baru ini ada kegiatan dauroh tahfidz juga dibubarkan. Dengan berbagai alasan yang mereka perbuat untuk supaya kegiatan yang tidak sepaham dengan kelompoknya bisa gagal. Siapa yang membubarkan? Sesama saudara Muslim.

Allah SWT berfirman:
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ 
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir...” (QS. Al-Fath [48]: 29)

Dimana jargon toleransi yang sering diteriakkan? Toleransi dalam KBBI adalah  bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Berbeda paham aja harus saling menghormati, apalagi saling membenci dan saling menjatuhkan dengan berbagai aplikasinya jelas-jelas bukan bagian dari ajaran Islam.


Allah SWT telah menegaskan bahwa orang-orang beriman diperintahkan untuk berbuat adil dan jangan sekali-kali karena benci kepada suatu kelompok bisa bertindak tidak adil.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah [5]: 8)

Berdasarkan ayat tersebut pemerintah sebagai pemimpin negeri ini juga harus tegas dan bertindak adil bila ada individu atau kelompok yang memang telah terbukti secara hukum membuat kegaduhan sehingga mengancam keutuhan NKRI. Jangan tebang pilih karena sebuah kepentingan dari oknum tertentu pemerintah bisa diintervensi sehingga berlaku tidak adil. Hal ini yang sangat bisa memicu permasalahan baru. Maka, sangat wajar jika kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat mulai hilang.

Umat Islam harus mempunyai prinsip yang benar sesuai dengan pedoman al-Quran dan sunnah. Jangan bersikap yang jauh dari apa yang telah termaktub dalam dua sumber hukum umat Islam. Maka takwa adalah sebuah perisai diri dari perbuatan menyimpang yang bisa menjerumuskan orang-orang yang beriman. Diingat selalu, bahwa orang beriman itu adalah saudara. Perbedaan paham tidak bisa menjadi alasan untuk saling membenci, perbedaan ada untuk saling dihargai dan saling dihormati satu dengan yang lainnya. 

1 comment for "Menguatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Toleransi"

  1. nih topik yang lagi anget di indonesia, menurut saya ini topik berlarut larut dari pilkada jokowi vs prabowo tambah panas masalah ahok keseleo lidah puncaknya demo gede2an. saat pilkada kita jelas lebih mudah terpecah, lawong ada 2 kubu yg emang saling prokontra hahaha. tapi sekarang pilkada presiden udah, ahok dah di penjara juga, tapi masih belarut2... sebernya apa yang membuat hal ini terjadi hehe. gw juga masih bingung... apakah karena kelompok yang paling merasa benar sendiri? hehe. pendapat pribadi awas tersendiri :D kunbal gan yudhistiramawardi.com

    ReplyDelete