Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Diskusi Hangat Ketua MPR RI dengan Anggota 'Aisyiyah

 

Sleman – Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45 adalah empat pilar bangsa. Sebuah asas yang menjadi nyawa Indonesia dalam kehidupan berbangsa. Empat pilar tersebut disampaikan oleh ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dalam kesempatan acara Dialog Kebangsaan yang menjadi rangkaian dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Aisyiyah di Kampus UNISA (Universitas Aisyiyah Yogyakarta), Jumat (22/4).
Dalam kesempatan itu Zulkifli Hasan mengenalkan apa itu empat pilar bangsa di hadapan ribuan ibu-ibu Aisyiyah. Disela-sela penjelasan beliau, beliau sempat mengatakan bahwa, “Ibu-ibu Aisyiyah sudah saatnya mulai berkontribusi terhadap bangsa melalui jalur politik”. Hal itu menunjukkan bahwa SDM ibu-ibu Aisyiyah memang sangat dibutuhkan oleh bangsa terutama diera global seperti ini.
Pada sesi tanya jawab antusiasme dalam acara tersebut sangat tinggi, itu dibuktikan banyaknya para peserta yang hendak mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Acara yang dimoderatori langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Ibu Siti Noordjannah itu membuat suasana diskusi semakin hangat. Ada salah satu penanya yang menuturkan bahwa, “Kita ibu-ibu ‘Aisyiyah sudah cukup untuk tidak ikut dalam dunia politik praktis, kita sudah nyaman dengan jalan lurus ini, kenapa harus berpolitik praktis sedangaknn tanpa kekuasaan, tanpa berpolitik, kita sudah bisa berjuang banyak untuk Indonesia”. Dengan pertanyaan itu sontak para peserta yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai penghargaan terhadap penanya tersebut.
Pertanyaan sekaligus sanggahan ini pun diberi tanggapan oleh pak Zul. Beliau memberikan penjelasan, “Bahwa kekuasaan itu sangatlah penting, jika kita umat muslim tidak mau berperan dalam dunia politik maka kelak yang terjun adalah orang-orang yang tidak tepat untuk memegang tampuk kekuasaan”. Begitulah salah satu diskusi hangat antara Ketua MPR RI dengan salah satu anggota ‘Aisyiyah.



Post a Comment for "Diskusi Hangat Ketua MPR RI dengan Anggota 'Aisyiyah"