Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Orang yang Bangkrut Menurut Nabi SAW

Telah diketahui bersama kedzaliman yang tengah terjadi sangat beragam jenisnya, tapi intinya sama, yaitu merebut atau menganiaya hak-hak orang lain. Penganiayaan itu bisa berupa caci maki, cubitan, tipuan, ghibah, membunuh, dan segala gangguan terhadap badan atau kekayaan atau kehormatan dan sebagainya.

Dalam masa dewasa ini banyak kejadian cukup memberikan gambaran betapa rusaknya kondisi masyarakat kita yang saling mendzalimi satu sama lain. Bagi sebagian orang, melenyapkan nyawa orang lain merupakan perkara mudah demi kepentingan eksistensi hidupnya. Mengambil harta yang bukan haknya juga bukan soal sulit, merebut kebahagian orang lain, adalah sesuatu yang gampang. Maka secara nyata bisa kita saksikan sendiri bahwa para pejabat yang tak bertanggung jawab dengan leluasa bisa mendikte rakyat. Meski sebenarnya, sekarang ini juga tetap kita saksikan berbagai kedzaliman yang tentu saja efeknya merugikan sebagian masyarakat.

Rasulullah SAW sudah berbicara mengenai perbuatan-perbuatan tersebut. Orang yang berbuat demikian akan masuk dalam golongan orang yang muflis (bangkrut). Dalam sebuah riwayat disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ. رواه مسلم

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab: “Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim)

Kita bisa membayangkan para penguasa yang telah mendzalimi rakyatnya, bila mereka tidak segera meminta maaf kepada orang yang telah mereka dzalimi, akan benar-benar menjadi bangkrut di akhirat nanti, meski sekarang hidup serba kecukupan, aman dan tentram. Percuma mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa dan bahkan haji berkali-kali akan tetapi perbuatannya masih belum mencerminkan kepribadian seorang muslim. Mereka yang menjadi dalang dan pelaku berbagai kerusuhan yang akhir-akhir ini terjadi akan menjadi pesakitan dan benar-benar bangkrut di hari kiamat nanti. Para pembunuh dan perampas hak orang akan menjadi tekor setekor-tekornya di akhirat, karena seluruh amal kebaikan yang dimilikinya bakal dirampas dan diganti dengan kejahatan yang dimiliki orang-orang yang telah didzaliminya. Hingga ia tak mempunyai amalan baik untuk bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah nanti, bila tak segera meminta maaf kepada orang yang telah didzaliminya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhilayyahu'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kezhaliman terhadap saudaranya. hendaklah ia meminta dihalalkan, sebab dinar dan dirham (dihari kiamat) tidak bermanfaat, kezalimannya harus dibalas dengan cara kebaikannya diberikan kepada saudaranya, jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi, kejahatan kawannya diambil dan dipikulkan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Maka dari itu, sebagai umat yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sudah seyogyanya kita melakukan amal-amal sholeh yang sudah dicontohkan oleh Nabi SAW. Jika secara sengaja atau tidak berbuat dzalim kepada saudara kita, maka

hendaknya cepat-cepat memohon maaf kepadanya sehingga kita tidak terbebani dosa karenanya. Dan terjaga dari golongan kaum yang muflis.

Sayang, saat ini ketika Islam tidak diterapkan untuk mengatur kehidupan manusia tindak kedzaliman sulit dibendung dan tentu saja hanya akan menghasilkan orang-orang yang bangkrut secara hakiki, meski saat ini mereka yang telah berbuat dzalim tengah menikmati kehidupan dunia dengan penuh kesenangan dan suka cita. Namun ingat, itu hanya sesaat, karena selanjutnya, di akhirat kelak ia bakal menderita kebangkrutan yang sebangkrut-bangkrutnya. Naudzu billah min dzalik!

Post a Comment for "Orang yang Bangkrut Menurut Nabi SAW"