Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Syiah, Siapa Tokoh yang Menjadi Sutradaranya?



Abdullah bin Saba` dan Syi’ah
Tidak lengkap kita membicarakan Syi’ah tanpa menyabutkan nama Abdullah bin Saba`. Karena perannya yang sangat besar terhadap perkembangan Syi’ah selanjutnya. Dialah sebenarnya sutradara berkobarnya fitnah terhadap Khalifah Utsman hingga beliau dibunuh, dan selanjutnya ‘Ali ra dan pengikutnya menjadi sasaran rekayasanya. Abdullah bin Saba` adalah cerminan dendam sejarah dari pihak Yahudi terhadap Islam dan kaum Muslimin, seperti halnya Abu Lu`lu` al-Majusi sebagai cerminan dendam sejarah dari pihak Majusi Persia terhadap Islam dan kaum Muslimin. Masalah khilafah, cinta dan setia kepada Ahlul Bait itu hanya sebagai alat dan kedok saja.
Abdullah bin Saba` adalah seorang pendeta Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam pada akhir masa Khalifah Utsman ra. Dialah orang pertama yang meng-isukan bahwa yang berhak menjadi Khalifah setelah Rasulullah saw adalah ‘Ali. Pada masa Abu Bakar, Umar dan awal masa Khalifah Utsman belum ada isu seperti itu.
Abdullah bin Saba` pernah berkata: “Engkaulah Allah”. Maka ‘Ali bermaksud membunuhnya, namun dilarang oleh Ibn ‘Abbas. Kemudian ‘Ali cukup membuangnya ke Madain (Iran). Namun, kasak-kusuk dan upaya Abdullah bin Saba` untuk menanamkan ajarannya dikalangan umat Islam tidak pernah berhenti. Demikianlah, Abdullah bin Saba` sebagai biang-keladi bagi berlangsungnya peperangan antara ‘Ali dan Mu’awiyah juga antara ‘Ali dan Siti ‘Aisyah ra. (dalam perang Jamal).
Sejak 13 abad lamanya baik pihak Ahlus Sunnah maupun pihak Syi’ah sepakat atas keberadaan Abdulla bin Saba`. Pengarang-pengarang buku sejarah dan ushuluddin banyak yang menyebutkan nama Abdullah bin Saba`. Di bawah ini ada beberapa Ulama’ Syi’ah yang mengakui keberadaan Abdullah bin Saba`.
1.         Sa’ad bin Abdullah al-Qumy, pemimpin dan ahli huum Syi’ah (229-301) mengakui keberadaan Abdullah bin Saba` serta menyebutkan nama sebagian temannya yang berkomplot dengan Ibn Saba`. Dia menanamkan firqah Ibn Saba` dengan al-Saba’iyah, serta berpendapat bahwa Saba’iyah adalah firqah pertama dalam Islam yang mempunyai ucapan keterlaluan. Sa’ad beranggapan bahwa Ibn Saba` adalah orang pertama yang menampakkan kecaman terhadap Abu Bakar, Umar dan Utsman dan sahabat-sahabat Nabi SAW yang lain, serta tidak mengakui ke-khalifah-an mereka.[1]
Sa’ad al-Qumy menyebutkan sikap Ibn Saba` ketika mendengar berita kematian ‘Ali, dia berkeyakinan ‘Ali tidak mati, dia akan kembali ke dunia. Abdullah bin Saba` berpikiran keterlaluan dan berlebihan terhapad ‘Ali.[2]
Itulah apa yang diucapkan oleh Sa’ad al-Qumy sebagai orang yang sangat dipercaya dikalangan Syi’ah, karena dia telah bertemu dengan Imam Ma’Shum al-Hasan al-Askari, dan telah mendengar ajaran dari padanya, begitu kata mereka.[3]
2.         Ulama Syi’ah an-Naubakhti juga membicarakan Abdullah bin Saba` dimana pembicaraannnya sama dengan al-Qumy, hatta dalam redaksinya. Syeikh an-Naubakhti  termasuk ulama pegangan utama kaum Syi’ah.[4]
3.         Selanjutnya ulama Syi’ah bernama al-Kusyi meriwayatkan enam hadis tentang Abdullah bin Saba` dalam bukunya “ Rijal al-Kusyi”,  buku tertua yang menjadi pegangan kaum Syi’ah yang menjelaskan bahwa Ibn Saba` mendakwakan bahwa ‘Ali ra. adalah Allah. Lalu disuruh bertaubat oleh ‘Ali ra. tetapi tidak mau. Maka ia lalu dibakar oleh ‘Ali (dalam suatu riwayat). Al-Kusyi pun meriwayatkan bahwa para Imam malaknati Abdullah bin Saba`, dst.[5]
4.         Buku Masail Imamah karangan Abdullah al-Nasyi’ al-Akbar (w. 293 H) adalah rujukan tertua bagi kaum Syi’ah, juga berbicara tentang Abdullah bin Saba`.
5.         Syekh Abdulllah al-Mamqami (w. 1351 H) dalam bukunya tanqih al-Maqal, buku penting yang paling luas bicara tentang rawi-rawi hadis di jaman sekarang, juga menyebutkan Abdullah bin Saba`.
6.         Seorang ulama Syi’ah dimasa sekarang bernama Muhammad Husein al-Zain, telah mencabut ke-ingkarannya terhadap keberadaan Abdullah bin Saba`. Ia berkata: “Bagaiamana juga, orang bernama Abdullah bin Saba` itu ada dan melahirkan ucapan dan paham keterlaluan. Apabila ada orang yang meragukan keberadaan Abdullah bin Saba` dengan menganggapnya sebagai fiktif (bayangan, maka kita sesuai dengan penelitian terkahir tidak ragu-ragu lagi tentang keberadaan Ibn Saba` dan perbuatannya yang berlebihan.[6]
7.         Masih banyak buku-buku Syi’ah yang menyebutkan Abdullah bin Saba`, seperti al-Mazandarani/Muntahal Maqal, al-Istarabadziy/Manhajul Maqal fi Tahqiqi Ahwali al-Rijal hlm. 203-204, al-Irdibili/Jami’ al-Ruwat 1/485, Ibn Dawud al-Hully/al-Rijal 2/71, rijal at-Thusi hlm. 51, Ibn Bawaih al- Qumy/Man la Yahdhuruhu al-Faqih 1/213, at-Thusi/Tahdzibu al-Ahkam 2/322, al-Majlisi/Bihar al-Anwar 25/286 dan seterusnya.
Maka mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba` sama dengan mendustakan sekian ulama banyak ulama Syi’ah dan membatalkan buku-buku Syi’ah tentang rawi-rawi hadis, sekaligus mengakui bahwa buku-buku Syi’ah tentang rijal bukan rujukan yang bisa dipercaya dan ijma’-nya tidak diangap.
Sebenarnya isu bahwa Abdullah bin Saba` itu adalah manusia bayangan baru muncul pada awal abad ke 14 H, dimunculkan oleh orangorang yang tidak mewakili Syi’ah. Mungkin didorong oleh rasa tidak enak, karena timbul imaji bahwa ajaran Syiah itu berasal dari Yahudi. Tapi itu fakta sejarah yang telah dibakukan, diakui oleh ulama-ulama Syi’ah pada jaman dahulu hingga masa sekarang.
Demikianlah, buku-buku Syi’ah telah mengakui bahwa Ibn Saba` adalah orang pertama yang mengatakan bahwa ‘Ali menerima wasiat dari Nabi saw tentang jabatan khalifah dan beliau akan kembali ke dunia (untuk menghukum lawan-lawannya). Dan Ibn saba` pula orang yang pertama yang memaki-maki tiga khalifah dan sahabat-sahabat Nabi saw yang lain.
Pendapat-pendapat dan keyakinan-keyakinan itulah yang selanjutnya menjadi dasar madzhab Syi’ah. Pendapat-pendapat itu disampaikan dalam bentuk riwayat hadis yang dinisbatkan kepada keluarga Nabi saw (Ahlul Bait) dengan bohong. Maka diterima oelh banyak orang terutama orang ajam.


Sumber:
Mengapa Kita Menolak Syiah (Kumpulan Makalah Seminar Nasional Tentang Syiah), (Jakarta: LPPI, 2011), hlm 5-8




[1] Ushulu Madzahaibi asy-Syi’ah al-Imamiyah al-Itsnaa ‘Asy’ariyah, 1/74
[2] Al-Maqala wa al-Firaq, hlm. 20
[3] Ibid
[4] At-Thusi / al-Fihris, hlm. 75
[5] Rijal al-Kusyi, hlm. 106-108, 305
[6] Al-Syi’ah fi al-Tarikh, hlm. 213

Post a Comment for "Syiah, Siapa Tokoh yang Menjadi Sutradaranya?"