Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Takut Gagal

Lebih baik mengalir sajalah, mengikuti arus yang ada!

Ini hanya sebuah ungkapan hiburan bagi seorang yang sejatinya dia itu sudah berputus asa. Bahkan bisa diakatakan kurang mempunyai usaha dalam hidupnya. Banyak realita hidup yang dihadapi maka makin sering manusia berpikir tentang hal itu. Mulai dari kenapa bisa terbawa dalam hal itu?? bagaiamana akibatnya??, apa yang harus dilakukan??. Disadari atau tidak pada waktu itu manusia sedang menjalani proses kedewasaannya dalam menghadapi semua perkara hidupnya. Dengan segala pengalaman dan pengetahuan tentang dirirnya sendiri manusia mencoba melepas sehelai demi sehelai benang-benang kehidupannya agar terurai rapi dan membentuk pintalan baru yang kuat.

Tapi tidak semua manusia bersikap seperti itu. Banyak manusia yang belajar dari sebuah hal kecil yang pernah ia lakukan baik itu berupa kebaikan atau prestasi yang membuatnya bangga dan semakin semangat atau berupa kesalahan atau kegagalan dalam hidupnya. Dia mantap dalam menapaki setiap episode-episode dalam skenario yang telah diatur oleh-Nya  karena ia beraggapan bahwa setiap episodenya terdapat pelajaran yang berharga. Manusia ini akan selalu mempunyai kemajuan yang progressif tidak ada dalam kamusnya termaktub kata menyerah apalagi pasrah apa adanya. Tapi dia selalu ikut andil dalam proses kehidupannya. Karena dia tahu bahwa hidupnya tidak akan berubah kecuali dia sendiri yang merubahnya.

Dan tidak sedikit pula manusia yang bersikap sebaliknya. Manusia yang satu ini lebih cenderung untuk mengikuti arus yang ada. Apapun yang terjadi dalam hidupnya, ia selalu bergagasan bahwa ini semua merupakan suratan takdir dari yang Maha Kuasa. Hal ini membuat manusia tidak maksimal dalam dalam menjalani kehidupannya dia selalu dirundung keputus asaan dan pasrah yang tidak dibarengi dengan usaha.

Padahal Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran [3] ayat 159:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran [3]: 159)
Dan Allah SWT juga berfirman dalam surat Az-Zumar [39] ayat 53:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Ibn Abbas berkata: “Ayat ini turun pada penduduk Makkah, mereka berkata bahwa Nabi Muhammad saw menganggap bahwa orang yang menyambah berhala dan membunuh jiwa manusia yang diharamkan oleh Allah, maka Allah tidak akan mengampuni dosanya. Maka bagaimana kami berpindah dan masuk islam sedangkan kami benar-benar menyekutukan Allah dan kami membunuh jiwa manusia yang diharamkan oleh Allah. Lalu Allah menurunkan ayat ini. Pernah bercerita kepadaku Abdullah bin Hamid al-Asfahani,  pernah mengakabarkan kepadaku Ibrahim bin Muhammad bin Abdillah al-Baghdadi, pernah bercerita kepada kami Abu Hasan Ahmad bin Hamdani al-Jabali, pernah bercerita kepada kami Abu Ismail, pernah bercerita kepada kami Ishaq bin Sa’id Abu Salamah ad-Damasyqi, pernah bercerita kepada kami Anas bin Sufyan dari Ghalib bin Abdillah dari Atha’ bin Abi Rabah dari Ibn Abbas dia berkata: Rasulullah saw  mengutus seseorang kepada Wahsyi untuk mengajaknya masuk islam, kemudian berkatalah ia: “Wahai Muhammad, bagaimana engkau mengajakku untuk masuk agamamu sedangkan engkau menganggap orang yang membunuh, berbuat syirik dan berzina akan bertemu dengan dosanya dan dilipatkan baginya adzab pada hari kiamat dan akan abadi kehinaan di dalamnya. Dan aku pun benar-benar berbuat demikian, lalu apakah engkau menemukan rukhsah (keringanan) bagiku??” Kemudian Allah menurunkan ayat:

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا

“Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholeh”. (QS. Al-Furqan [25]: 70)

Kemudian Wahsyi berkata: “Syarat ini terlalu berat untukku aku tidak mampu untuk mengerjakannya, apakah ada yang lain??”. Kemudian Allah menurunkan ayat:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang menyekutukannya dan Allah mengampuni dosa yang selainnya bagi yang dikehendakinya”. (QS. An-Nisa [4]:48)

Kemudian Wahsyi berkata: “Perlihatkan kepadaku setelah dalam keraguan ini aku tidak tahu apakah aku diampuni atau tidak, apakah ada yang selainnya?”. Lalu Allah menurunkan ayat:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Wahsyi berkata: “Ya, maka aku masuk islam”.
Orang-orang muslim berkata: “Ini merupakan pengkhususan baginya atau bagi seluruh kaum muslim”.
Qatadah berkata: “Ia menyebutkan kepada kami bahwasanya dosa yang besar menimpa pada manusia pada masa Jahiliyah, maka tatkala islam datang mereka ketakutan kalau mereka tidak menyesali perbuatannya. Maka Allah mengajak mereka melalui ayat ini”.

Ibn Umar berkata: “ Ayat ini diturunkan kepada Iyas bin Abi Rabi’ah dan Walid bin Walid dan beberapa utusan dari kalangan kaum muslimin. Dulu mereka masuk islam kemudian mereka ditakut-takuti dan akan diazab maka mereka ketakutan kemudian kami berkata: “Allah tidak akan menerima selamanya dari mereka yang berubah-berubah (agama) dan tidak berbuat adil. Apabila ada suatu kaum yang masuk islam kemudian mereka meninggalan agamanya maka mereka akan diazab dengan sebenar-benaranya azab. Maka turunlah ayat ini. (Tafsir al-Tsa’labi, juz 8, hlm 241)

Dari sekelumit kisah di atas, membawa isyarat bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Allah mengampuni segala dosa dari dosa-dosa yang kecil sampai dosa-dosa yang besar yang hanya akan diampuni oleh Allah jika seorang hamba mau bertaubat dengan tulus dan tidak mengulangi perbuatan itu. Dari semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Meskipun kita dihadapkan pada jalan yang buntu yang terhalang oleh sebuah tembok besar niscaya akan terlewat juga, kenapa?? Karena bisa saja tembok tersebut dilompati atau dilubangi sedikit demi sedikit sehinnga tembok pengahalang tersebut runtuh. Jadi pada initinya adalah pada usaha kita untuk berbuat sesuatu atau mencapai sesuatu yang kita inginkan. Dimana usaha keras itu ada pasti ada hasil yang akan dicapai karena setiap hasil membutuhkan usaha dan setiap usaha pasti mendatangkan hasil. 

Dalam setiap usaha ada yang namanya gagal, gagal adalah sebuah proses menuju sukses. Bak kita menaiki sebuah anak tangga. Semakin banyak kita melewati anak tangga tersebut maka kita akan semakin dekat dengan yang namanya puncak sukses.                                                                                  

2 comments for "Jangan Takut Gagal"

  1. Bermanfaat sekali artikel nya gan!

    Ditunggu Komen nya --> http://nonton99.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. makasih gan komennya, silahkan baca2 artikel yang lainnya. :)
    oke. :)

    ReplyDelete