Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mendeteksi Dosa

Kebajikan adalah perbuatan yang baik sedangkan dosa adalah sesuatu yang terbetik dalam hati sesorang tapi ia benci apabila orang mengetahuinya. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

اَلْبِرُّ: حُسْنُ اَلْخُلُقِ, وَالْإِثْمُ: مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ, وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ اَلنَّاسُ

"Kebajikan adalah perbuatan yang baik sedangkan dosa adalah sesuatu yang terbetik dalam hati sesorang tapi ia benci apabila diketahui oleh orang lain" (HR. Muslim Juz I No. 1439)

Hadis tersebut memberikan isyarat bahwa manusia bisa mendeteksi perbuatan kita apakah itu tergolong perbuatan dosa atau tidak. Ketika melakukan suatu perbuatan tapi dia benci perbutan itu dilihat orang lain maka perbutan itu bisa di kategorikan perbutan dosa. Sendainya dia itu bukan dosa pasti kita akan lebih senang perbuatan tersebut dilihat oleh orang banyak. Contohnya mengghibah atau gosip. Ketika sedang bergosip pasti pelakunya tidak mau diketahui oleh orang yang digosipkan tersebut. Karena gosip adalah suatu perbuatan membisacarakan aib sesorang sedang orang yang digosipkan tidak sedang bersamanya.

Contoh lainnya yaitu perbuatan curang. Perbuatan curang itu kalau bisa orang lain tidak melihat apalagi mengetahuinya seperti menyontek, mencuri, korupsi dan selingkuh.

Ada suatu kisah seorang laki-laki yang sudah beristri. Dia sering ikut pengajian, pada suatu hari ia bertanya pada ustadnya, "Ustadz, apakah selingkuh itu dosa?". Ustadz menjawab, "Apakah istrimu mengetahui kalau kamu selingkuh?". "Tidak", Jawab laki-laki tersebut. Lalu ustadz bertanya lagi, "Kenapa istrimu tidak mengetahui kalu kamu telah selingkuh?". Laki-laki itu menjawab, "Saya sengaja tidak memberitahunya, karena bisa runyam nanti urusannya". "Berarti kamu sudah berbuat dosa, karena perbuatan selingkuhmu benci kalau diketahui oleh istrimu", jawab ustadz.

Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى

"Dan saling tolong-menolonglah kalian dalam perbuatan baik dan takwa" (QS. Al-Maidah [5]: 2)

Sebagai seorang muslim seyogyanya hanya boleh berpikiran yang postif-positif saja. Juga melakukan perbuatan-perbuatan yang positif dengan baik. Jadi, seandainya ada saudara muslim yang akan berbuat kebajikan maka saudara muslim yang lainnya hendaknya membantunya kalaupun tidak bisa membantunya maka jangan menghalang-halanginya untuk berbuat kebajikan tersebut. Sebaliknya jika ada saudara muslim yang berbuat curang hendaknya kita mengingatkannya. Jangan samapai malahan ikut-ikutan berbuat curang.

Allah SWT berfirman:

وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan jangan tolong-menolonglah kalian dalam perbutan dosa dan permusuhan". (QS. Al-Maidah [5]: 2)

Memperingatkan orang yang sedang keliru termasuk ajaran islam yang telah dicontohkan oleh Nabi saw. Sebagi contohnya seorang pemimpin bisa menyelesaiakan keributan anak buahnya dengan kekuasaannya. Apabila tidak bisa dengan kekuasaannya maka dengan nasihat yang bijak dan arif. Apabila dengan kekuasaan dan nasihat yang bijak tidak bisa maka dengan mendoakannya supaya orang tersebut bisa berubah kepada yang lebih baik.

Demikianlah makna dari kebajikan itu sendiri. Hati akan tenang dan tentram apabila kita melakukannya tapi sebaliknnya hati akan gundah gulana dan bergejolak ketika kita melakukan perbuatan dosa.

Post a Comment for "Mendeteksi Dosa"