Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hakikat Setan


Ini adalah perkara dasar dalam keyakinan. Apa itu Setan? Apakah dia hakiki? Atau maknawi?! Atau dia itu berupa pikiran-pikiran buruk dan bisikan-bisikan yang mengganggu, sebagaimana anggapan sebagaian orang? Atau dia berupa kuman atau bakteri sebagaimana dakwaan sebagian orang? Atau sesungguhnya setan itu berupa ungkapan dari symbol keburukan (kejelakan).

Apakah perkara ini masuk dalam keyakinan ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah?

Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah berkeyakinan bahwasanya setan itu dari kalangan  Jin:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan Jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya”.
(QS. Al-Kahfi [18]: 50)

Maka kami percaya terhadap wujud nyata Jin dan manusia. Setan adalah dari golongan Jin dan dia bersama pada setiap individu manusia, dalam setiap individu manusia terdapat pendamping berupa setan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibn Mas’ud:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنْ الْمَلَائِكَةِ قَالُوا: وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟! قَالَ: وَإِيَّايَ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِحَق 

“Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan dikuasai pendamping dari kalangan Jin dan dari kalangan malaikat, mereka bertanya: “Engkau juga ya Rasulullah?!”. Beliau menjawab: “aku juga, akan tetapi Allah membantukun mengalahkannya lalu ia masuk Islam, ia hanya memerintahkan kebaikan kepadaku”. (HR. Muslim)

Oleh karena itu, maka pada setiap manusia dikuasai pendamping dari kalangan Jin sampai-sampai Rasulullah pun demikian, akan tetapi  pendamping Rasulullah saw dikalahkan olah Allah SWT lalu setan tersebut hanya memerintahkan kebaikan kepada Rasulullah saw.

Allah SWT berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ)٦(

“Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia”. (QS. An-Naas [114]: 1-6)

Bisikan itu dari manusia yaitu manusia yang mempunyai sifat buruk, dari Jin yang hidup dan dari setan kalangan Jin juga ia membisikan pada manusia.

Setan mempunyai keturunan dan juga memperbanyak keturunannya. Allah SWT berfirman:

أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاء

“Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin” (QS. Al-Kahfi [18]: 50)

Mereka (keturunan dan para pengikut setan) menggoda manusia dengan kesenangan dan kegembiraan kehidupan dunia.

Sumber:  
Kitab Madâkhil al-Syaitan al-Shâlihîn

Post a Comment for "Hakikat Setan"