Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ajaran Syi’ah Yang Bertentangan Dengan Ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah (Islam)



Syi’ah mengkafirkan para sahabat Nabi dan semua orang islam yang mengikuti  Nabi. 

Berkata al Majlisi: ”Bahwa mereka (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) adalah perampok-perampok yang curang dan murtad, keluar dari agama, semoga Allah melaknati mereka dan semua orang yang mengikuti mereka dalam bertinfak jahat tehadap keluarga nabi, baik orang-orang dahulu maupun orang-orang belakangan.” 

Abu Bashir berkata:  “Sesungguhnya  penduduk Mekkah telah kufur kepada Allah secara terang-terangan, dan bahwa penduduk Madinah lebih jelek dari pada penduduk Mekkah, bahkan lebih jelek tujuh puluh kali dari penduduk Mekkah”. 

Pada masa Ja’far Shadiq orang Syi’ah berkata tentang penduduk Mekkah dan Madinah pada zaman keemasan Islam: “Penduduk Syam lebih jelek daripada penduduk Romawi atau lebih jelek daripada orang Nashrani, penduduk Madinah lebih jelek daripada penduduk Mekkah, dan penduduk mekkah telah kufur kepada Allah dengan terang-terangan.”Al Majlisi berkata: “Mesir menjadi negara yang paling jelek pada massa itu (masa kejayaan islam), karena penduduknya menjadi orang yang paling celaka dan paling kufur.”

Bisa jadi kebencian orang Syi’ah pada Mesir dan penduduknya, karena pemerintahan syi’ah Islama’iliyah/Fathimiyah ditumbangkan oleh Shalahuddin Al-Ayubi yang sunni itu.” Al-Kaulani menafsiri ayat:

إِنَّ الَّذين ارْتَدُّوا عَلَي اَدْباَرِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الهُدَي أيْ فُلَانٌ وَفُلَانٌ وفُلَانٌ (إصطلاح الشيعة)
Yakni: Abu Bakar, Umar, dan Utsman telah keluar (murtad) dari iman, karena tidak mau mengangkat ‘Ali ra. Menjadi khalifah setelah Rasulullah saw wafat.

6.  Abu Ja’far berkata: “Semua manusia (kamu muslimin) menjadi ahlul Jahiliyah (murtad) kecuali empat orang saja: ‘Ali, Miqdad, Salman, Abu Dzar. Aku (Rawi) berkata: Ammar masuk? Abu Ja’far berkat a; “Kalau kau bermaksud yang murni/bersih sam sekali maka mereka bertiga itu saja.

7.  Al-Kulaini menetapkan dalam bukunya al-Kaafi, bahwa: “Setiap orang yang tidak beriman kepada Imam Dua Belas maka dia adalah kafir, sekalipun dia adalah keturunan ‘Ali dan Fathimah.

8.  Al-Khomeini berkata dalam sebuah pidatonya: “Aku katakana denga terus terang wahai saudara-saudaraku kaum muslimin di seluruh dunia, bahwa Makkah al-Mukarramah sebagai tanah haram Allah yang aman sedang diduduki/dijajah oleh sekelompok manusia yang lebih jelek daripada Yahudi.

Sebelum itu Khomeini menyebutkan bahea apabila revolusinya sudah stabil maka ia akan meng-ekspornya ke al-Quds, Mekkah, Afghanistan dan kenegara-negara yang lain”. (Pidato ini disiarkan dari suara Revolusi Islam dari Abadan jam 12 siang 17/3/1979).

Demikanlah maka dari keterangan di atas jelas bagi kita bahwa ulama-ulama besar Syi’ah, bahkan pemimpin Syi’ah karismatik modern ini masih menghukum kafir kepada para sahabat Nabi yang mulia dan sekalian orang Islam di dunia yang tidak menganut ajran Syi’ah Rafidhah atau Syi’ah Imamiyah Itsna ’Asyariyah. Maka siapa bilang ajaran Syi’ah sama dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah??   

Sumber: Mengapa Kita Menolak Syiah (Kumpulan Makalah Seminar Nasioanal tentang Syi’ah). Tahun: 2011. LPPI  (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam. Jakarta Pusat 

Post a Comment for "Ajaran Syi’ah Yang Bertentangan Dengan Ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah (Islam)"